Kamis, 18 Desember 2014

Ngimpi Jadi Pemain Tunas Cibisoro (A Tribute to @sesepakultur)


Jersey Tunas Cibisoro - twitter.com/sesepakultur

JALABRIASEPOR.COM, CIBISORO - Menjelang Jalabria Super League (JSL) musim 2015, Tunas Cibisoro kembali mendatangkan pemain baru guna mencapai target mempertahankan gelar juaranya. Kali ini adalah Teguh Krismanto, gelandang berusia 21 tahun yang juga merupakan alumni Tunas Cibisoro Junior yang didatangkan oleh manajemen dari klub Besiktas Tasikmalaya.

"Alhamdulillah, akhirnya saya bisa kembali ke Tunas Cibisoro setelah 3 tahun berkelana. Insya Allah saya akan memberikan kemampuan terbaik saya di klub ini." ujar Teguh ketika diwawancarai di kediamannya.

Sebelumnya, pemain yang digadang-gadang sebagai Andrea Pirlo-nya Indonesia ini santer dikabarkan akan bergabung dengan klub Galatasari, tapi pada akhirnya pemain yang musim lalu mengoleksi 18 assist dan 3 gol ini lebih memilih meneruskan karier sepakbolanya di Tunas Cibisoro.

"Ya, pihak manajemen dari Galatasari memang sangat intens membujuk saya untuk bermain disana, ada juga tawaran dari Palencia Ciawi, Yupentus Tulungagung Selatan dan Mensester Ternate, tapi saya lebih prioritaskan tawaran dari Tunas Cibisoro, siapa sih putra daerah asli Jawa Barat yang ga mau main untuk tim sebesar Tunas Cibisoro, apalagi musim depan kan Tunas Cibisoro main di level Asia." sambungnya.

Di lain tempat, manajer Tunas Cibisoro, Haji Dudung menjelaskan direkrutnya Teguh tidak lepas dari hengkangnya Tatang Tarantula ke klub rival, Putra Cangkring 4848, "Ya, kita rekrut dia untuk mengisi pos kosong di sektor gelandang, kebetulan Wa Entis (pelatih Tunas Cibisoro, red) juga menginginkan dia karena tipe permainannya sama dengan Tatang. Mudah-mudahan dia bisa menggantikan pos sentral itu dan memberi kontribusi assist kepada duet penyerang, Apud Dzumahpudin dan Asep Bandi. Mudah-mudahan juga dengan direkrutnya dia, Tunas Cibisoro bisa lebih berprestasi walaupun mengandalkan pemain lokal."

Seperti diketahui, Tunas Cibisoro menjuarai Jalabria Super League U-21 pada tahun 2010 tidak terlepas dari kontribusi 3 pemain ini, dimana Teguh sendiri menjadi penyumbang assist terbanyak dengan 12 assist dari 16 pertandingan.

"Insya Allah, nanti Senin (05/01) Teguh langsung tanda tangan kontrak bersama dua pemain baru lainnya, Asep Konidin dan Dadang Burhan." tutup Haji Dudung. (Ugah Tenung/JS)

Kamis, 25 September 2014

Pulau Tunda

Sabtu, 6 September 2014

Pagi-pagi sekali, saya sudah berangkat ke terminal kampung rambutan, sudah ada janji dengan beberapa kawan saya untuk berangkat bersama ke kota Serang. Ketika saya tiba di terminal bis Kampung Rambutan, sudah menunggu 6 orang, yaitu Bang Yansen, Alan yang sudah saya kenal sebelumnya, dan Mba Windhy (TS), Heru, Sri yang baru saya kenal, juga Thoriq, anak bungsu Bang Yansen. Setelah berkumpul dengan Mas Doni dan kedua temannya, yaitu Mba Muti dan Mas Korea? (Saya gak tahu nama aslinya). Kami berangkat ke terminal Pakupatan kota Serang untuk bertemu dengan rombongan perjalanan ke pulau Tunda di meeting point yang telah dijanjikan dengan kawan-kawan yang lain.

Rabu, 10 September 2014

Air September

Dihantam kami dari udara, dicerca jutaan peluru tetes air yang ditembakkan awan. Gerimis pada sebuah sore di September bersama Jakarta yang mungkin sedang ingin dingin. Dingin yang tak sejuk, tapi cukup untuk menghadirkan nyaman yang tak selalu ada pada Jakarta.

Perlahan tetes air berubah menjadi air terjun, air terjun kecil yang menderu meyibakkan rindu. Bersamanya diantarkan senja jingga yang mulai menyapa, kepada malam yang akan merangkulnya. Memperpanjang sejuk kepada kami.

Hujan di sore itu kini telah berubah menjadi malam yang lembab, yang karenanya menghadirkan bias-bias lampu warna-warni yang terbaca dikejauhan. Lampu-lampu yang sibuk mengarahkan kami, mengarahkan kami kepada terpejamnya mata yang menghapus lelah. Lelah kami yang terhapus, terbawa arus air September.

*) Ditulis ketika sedang tidak hujan di Jakarta, dan bulan Agustus pagi hari

Rabu, 03 September 2014

Sunday Snow


The dark is over
As the snow is coming down
Another story started
Another tale created


Hope is starts rising
As the snow clean the world
Another tears stopped
Another pain healed

It's that the snow
The Sunday snow of the winter
In the middle of the night
At the end of December

The harmony has come
As the snow is coloring the Earth
Into the white of peace
Into the white of peace

Sabtu, 30 Agustus 2014

Permata Terpendam Itu Bernama Argopuro (via Baderan-Bermi)


Selasa, 29 Juli 2014

Melangkah lebih jauh dan lebih jauh, menggapai eksotisme Rengganis

Berawal dari rasa penasaran akan keindahan gunung Argopuro dengan panjangnya jalur yang harus dilalui, sampai akhirnya tiba kesempatan untuk saya mengunjungi tempat persemayaman Dewi Rengganis. Gunung Argopuro belum sepopuler Semeru, gunung yang selalu menjadi dambaan para pendaki, tapi berdasarkan pengalaman seorang teman Argopuro lebih indah dari Semeru. Iya kah?

Perjalanan dimulai dari suasana Idul Fitri yang masih kental di rumah saya, rumah orang tua saya tepatnya. Pukul 10:00 saya meninggalkan rumah untuk kemudian pergi ke terminal bis Kota Sukabumi agar bisa naik bis jurusan Bandung untuk bisa meneruskan perjalanan ke stasiun Surabaya Gubeng melalui stasiun Bandung dengan menaiki KA Mutiara Selatan. Perjalanan Sukabumi-Bandung yang biasanya hanya ditempuh 2,5 s.d. 3 jam kini harus ditempuh sekitar 7 jam lebih, dikarenakan macet di daerah Cipatat, Cianjur dan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat. Jadwal KA yang berangkat pukul 16:00 sudah pasti tidak bisa saya kejar. Saya pun tiba di Bandung sekitar pukul 18:00. Setiba di terminal Leuwi Panjang, Bandung, saya mencari warnet untuk mencari penerbangan paling pagi keesokan harinya ke Surabaya. Alhamdulillah dapat tiket yang tidak terlalu mahal. Kemudian saya mencari homestay untuk mengistirahatkan badan yang sudah lelah. Saya mendapat homestay masih di sekitaran terminal Leuwi Panjang, saya pun tidur untuk agar bisa bangun keesokan harinya.

Minggu, 17 Agustus 2014

Merdekalah Negeriku

Indonesia tanah airku
Hilang tanahku
Hilang airku

Indonesia hijau negeriku
Hitam kini menyelimutimu
Kelabu kini menaungimu

Indonesia subur alamku
Gersang kini hutanmu
Keruh kini lautmu

Indonesia damai rakyatku
Rukun yang hanya ada dulu
Tentram yang hanya masa lalu

Indonesia... Merdekalah negeriku

Sabtu, 16 Agustus 2014

Tribute to Dilan & Milea





MILEA ADNAN HUSSAIN

Engkau adalah yang kepadaku datang menghadirkan harapan
Yang aku rasai sebagai kekuatan untuk membuatmu senang
Untuk menghadirkan kepadamu yang bukan kesedihan
Yang kukirimkan bersama matahari dan bulan
Diiringi awan dan bintang-bintang

Sebagai ungkapan terima kasih untuk sudah ada agar bisa kurindui
Untuk sudah menjadi yang cantik dan kukagumi
Yang darimu datang sesuatu untuk kucintai
Yaitu dirimu sendiri yang takkan pernah berhenti kusayangi

*) Milea, tokoh wanita utama di buku "Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990" karya Pidi Baiq